Sabtu, 01 September 2012

ada komunitas di dalam setiap populasi



Selain populasi, ternyata penting juga mempelajari apa yag disebut komunitas. Kenapa? Karena setiap kelompok di dunia ini selalu memiliki komunitas, yaitu suatu kumpulan yang hidup atau tinggal secara bersama-sama di dalam suatu lingkungan tertentu. 
Misalnya: di sebuah hutan dimana banyak tinggal bermacam-macam hewan, ada sekelompok rusa yang memiliki kebiasaan hidup tersendiri.
Sekelompok rusa itulah yang dinamakan komunitas.  


di sebuah kota terdapat sekelompok orang yang secara berkala bertemu untuk mengadakan suatu kegiatan tour menggunakan motor Harley Davidson misalnya, itu juga merupakan sebuah komunitas.

 Dan keberadaan komunitas ini akan selalu ada dimanapun populasi ada. Komunitas dalam sebuah populasi ini sewaktu-waktu bisa berubah. Perubahan ini sering disebut dengan suksesi ekologi.
Perubahan bisa terjadi pada jenis atau pun jumlah makhluknya. 

Ada dua hal yang membedakan perubahan dalam komunitas ini, yaitu; perubahan primer dan perubahan sekunder
Perubahan primer adalah adanya tempat baru bagi sebuah atau beberapa populasi. 
Misalnya, sebuah pulau yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, setelah bertahun-tahun lamanya ternyata telah dihuni oleh berbagai makhluk hidup yang beraneka ragam.

Sedangkan perubahan sekunder adalah perubahan yang terjadi akibat adanya gangguan tertentu, 
misalnya terjadinya kebakaran hutan menyebabkan hancurnya berbagai populasi yang ada di dalamnya. Kemudian, lambat laun akan berganti dengan populasi yang baru pada beberapa tahun berikutnya. Begitu seterusnya sehingga tidak akan pernah punah populasi pada suatu daerah tertentu selama masih terus tergantikan dengan populasi-populasi lainnya yang sama ataupun yang berbeda.

Hanya kehancuran dunia ini saja yang akan menghancurkan seluruh populasi yang ada di dalamnya. Dan selama kita masih terus mempelajarinya, masih selalu ada jalan untuk menikmati dan menjaga apa yang ada di dunia ini sebagai sebuah populasi yang besar.

faktor faktor


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Populasi

Dalam dua bidang geografi dan biologi, mengingat populasi merupakan kata yang erat hubungannya dengan makhluk hidup, maka ada banyak faktor yang mempengaruhi keberadaannya di dunia ini. Ada dua faktor besar yang mempengaruhi populasi dalam hal ini, yaitu faktor jumlah dan faktor lingkungan.

Faktor jumlah   : sebuah populasi bisa hidup dengan ideal dan berlanjut aman jika jumlah yang ada masih tergolong ideal. Faktor jumlah ini sebenarnya tidak bisa lepas dari faktor lingkungannya. Semakin ideal jumlah anggota dalam sebuah kelompok, semakin tinggi pula tingkat keamanan dan kelangsungan hidup yang bisa diraih.
Inti : jika jumlah suatu kelompok semakin lama semakin berkurang, maka hal itu bisa merupakan tanda-tanda kepunahan
Misalnya, jumlah komodo di dunia ini yang semakin lama semakin sedikit, maka perlu diadakan upaya pelestariannya sehingga populasi komodo tidak akan mengalami kepunahan.

faktor lingkungan : Semakin baik lingkungan, semakin bagus pula jumlah populasi yang ada. Lingkungan disini mencakup ketersediaan jumlah makanan, predator atau pemangsa, persaingan antara sesama makhluk hidup berjenis sama atau pun berbeda, iklim atau cuaca, dan juga adanya sebuah penyakit.
Seperti pada manusia misalnya, selama persediaan air dan sumber-sumber makanan di dunia ini masih banyak sehingga tidak akan terjadi perebutan yang tidak sehat, iklim dan cuaca yang masih bersahabat dengan keadaan tubuh manusia, dan tidak adanya wabah penyakit yang menyerang secara besar-besaran, maka populasi di dunia ini masih akan terus bisa bertahan. 

sifat sifat populasi


Sementara itu, berdasarkan dari sifatnya, populasi dibagi menjadi dua:
  1. Populasi homogen, yaitu sekelompok yang memiliki ciri dan sifat yang sama sehingga tidak lagi ada permasalahan jumlah di dalamnya. Misalnya, singa betina, wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang buahnya manis, dan sebagainya tumbuhan.
  2. Populasi heterogen, yaitu sekelompok yang terdiri dari lebih dari satu sifat atau karakteristik yang sama sehingga dalam hal ini jika diadakan suatu penelitian, haruslah ditetapkan batasan-batasannya terlebih dahulu. Misalnya semua hewan, semua tumbuhan, penduduk dunia, dan lain-lain.

populasi terbatas dan tidak terbatas


Secara umum, kata populasi yang selama ini kita gunakan, dalam bidang apa pun, terbagi menjadi dua macam:
  1. Populasi terbatas, yaitu populasi yang jumlahnya terbatas sesuai dengan yang dimaksud oleh si pembicara.                                                    Misalnya, jumlah penduduk di wilayah Jawa Tengah, jumlah ikan hiu di sebuah lautan, atau jumlah pohon cemara di hutan tertentu, dan sebagainya.
  2. Populasi tak terbatas, yaitu populasi dengan jumlah tidak ditentukan. Misalnya, cara berkembang biak mamalia, kebiasaan buruk manusia, dan lain-lain.
Pembatasan ataupun pembebasan jumlah dari populasi yang disebutkan di atas biasanya digunakan dalam bidang statistika untuk mengetahui hasil dari sebuah penelitian. Dari populasi yang telah ditentukan tadi, biasanya akan diambil beberapa sample  yang dipilih dengan cara tertentu yang nantinya akan digunakan untuk penelitian lebih lanjut.

populasi dalam bidang geografi

 populasi yang paling sering kita dengar dan kita gunakan sehari-hari, yaitu dalam bidang geografi : sinonim kata dari  penduduk.

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi danruang tertentu.

contoh2nya :

populasi dalam bidang biologi

  biologi  : sekumpulan individu yang memiliki ciri dan karakteristik yang sama (biasa disebut species) yang hidup dan menempati wilayah atau daerah yang sama pada suatu waktu tertentu. Secara alami, keseluruhan anggota dari populasi ini satu sama lain saling bisa berinteraksi dan bereproduksi bersama dengan sesamanya.

populasi dalam bidang statistika


populasi dalam bidang statistika : sekumpulan data atau objek yang mempunyai ciri, kualitas atau karakteristik tertentu yang telah ditetapkan seorang peneliti untuk kemudian dipelajari dan ditarik kesimpulannya.


populasi disini bukan hanya berarti orang saja, melainkan juga bisa benda-benda yang lainnya di dunia ini. Karena definisinya yang mengikutsertakan ciri, kualitas, dan karakteristik, maka di bidang statistika ini populasi juga bukan hanya masalah yang berkaitan jumlah saja, melainkan juga segala ciri yang ada pada objek yang dijadikan penelitian.